Jumat, 12 Desember 2014

Caving Leng Asyik

Anda suka Tantangan ???

Uji Adrenalin Anda dengan melakukan petualangan bersama kami. Adalah  caving atau susur gua yang merupakan salah satu olahraga yg cukup menantang adrenalin. Bagi anda yg mengaku pemberani rasanya sayang jika melewatkan petualangan yang satu ini. Variasi lorong cukup kaya, mulai lorong berdiameter lebar, lorong sempit sampai super sempit, medan berair, berlumpur, memanjat, semua bisa Anda rasakan disini. Dibawah ini adalah video petualangan kami menyusuri Gua Lorong Kereta.

Baca Selengkapnya


Minggu, 07 Desember 2014

Menyingkap Bebatuan Gua Lorong Kereta

Gua memang menyimpan banyak keajaiban alam yang sangat menakjubkan, terutama dengan jenis bebatuannya.Selain Gualawa yang sudah sangat dikenal masyarakat Kota Purbalingga khususnya dan masyarakat Jawa Tengah pada umumnya, kini di Obyek Wisata Gualawa juga telah dibuka Gua Lorong Kereta.  Gua Lorong Kereta adalah gua yang menyerupai gerbong kereta dan mempunyai keunikan tersendiri dengan jenis bebatuannya. Gua yang masih alami ini diperuntukkan untuk wisata minat khusus. Bagi wisatawan yang gemar berpetualang dan menyukai tantangan pasti akan tertarik melakukan susur gua (caving) didalam Gua Lorong Kereta yang mempunyai kedalaman sekitar 300 m.
Gua Lorong kereta mempunyai beberapa lorong yang tidak saling berhubungan. Untuk bisa memasuki Gua Lorong kereta Anda harus ektra hati-hati karena lorong utama untuk masuk sempit, Anda harus jongkok dan merangkak untuk bisa menelusuri lorong demi lorong yang terdapat di Gua Lorong Kereta.
Bebatuan di Gua Lorong Kereta mempunyai banyak keunikan, tak kalah dengan batu klawing yang lagi booming di Kota Purbalingga. Di Gua Lorong Kereta ada beberapa batu yang menyerupai arca .
Yang tak kalah menariknya adalah adanya tumbuhan yang tumbuh diatas batu dan hidup diatas semacam serangga yang sudah mati. Sepintas tumbuhan ini mirip seperti bunga udumbara budha yang diyakini hanya mekar setiap 3.000 tahun sekali.Mungkinkah ini adalah bunga udambara budha ???
Berbagai sumber mengatakan kalau bunga udambara budha yang melegendaris itu bisa tumbuh diberbagai media, seperti daun, batu, kaca, baja, papan, besi, tembaga dll. Bunga udumbara budha yang terdapat di Gua Lorong Kereta ini memiliki kelopak yang masih kecil dengan tangkai yang seperti benang sutra. Siapa yang melihatnya pasti bakalan terkesima dan terkagum-kagum.

Tips
Jumlah minimal pengunjung yang masuk ke Gua Lorong Kereta secara bersamaan adalah 15 orang. Hal ini untuk mengkondisikan dan menjaga ekosistem di dalam Gua Lorong Kereta. Pengunjung yang masuk Gua Lorong Kereta harus menggunakan peralatan sesuai standar keselamatan caving dan pemandu demi kelancaran caving Anda.

Transportasi
Untuk mencapai Gua Lorong Kereta yang terdapat di Obyek Wisata Gualawa tidaklah sulit. Jika Anda dari Kota Purbalingga, arahkan kendaraan Anda ke utara sejauh 27 km. Setelah sampai di Jalan Raya Purbalingga-Pemalang, atau lebih tepatnya di pertigaan Kecamatan Karangreja, terdapat papan selamat datang Obyek Wisata Gua Lawa, ikuti penunjuk arah tersebut, kurang lebih sekitar 3 km dengan jalan yang agak sedikit naik sampailah Anda di lokasi wisata Gua Lawa. Kondisi jalan yang baik membuat perjalanan Anda lancar sampai tujuan. 

Fasilitas Dan Akomodasi
Bagi pengunjung dari luar kota yang ingin tinggal beberapa hari di Desa Wisata Siwarak jangan kwatir, ada beberapa penginapan  dan homestay milik warga yang bisa dijadikan untuk tempat istirahat dan bermalam  Anda setelah melakukan serangkaian kegiatan di Desa Wisata Siwarak. Selain melakukan petualangan di dalam gua Anda juga bisa melakukan petualangan di alam terbuka seperti treking / hiking di perbukitan yang ada di Desa Wisata Siwarak, melihat-lihat Agro Wisata Nanas dan bagi Anda yang suka dengan tantangan bersepeda atau trabas bisa dilakukan di Desa Wisata Siwarak.

Klik DISINI untuk menghubungi kami.



Baca Selengkapnya


Trail Adventure Dongkrak Kunjungan Wisata ke Purbalingga

PURBALINGGA -  Wisata minat One day Adventure  menjadi ajang promosi wisata dan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Purbalingga. Lebih dari 2.000 peserta meramaikan kegiatan yang bertajuk ‘Wijaya Kusuma Trail Adventure I Dim 0702 Purbalingga 2014’, yang mengambil star dan finish di Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Minggu (7/12).  Kegiatan tersebut diselenggarakan Owabong bekerjasama dengan Kodim 0702, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda & Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Komunitas Trabaser, Perum Perhutani dan support dari Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jateng.
            
          Para trabaser (peserta trail Adventure) tidak hanya berasal dari Jateng saja, tetapi juga dari Jabar, Jatim, DKI Jakarta, Yogyakarta, bahkan dari luar Pulau Jawa. Peserta dari luar Jawa yang mengikuti ajang itu antara lain berasal dari Kalimantan Barat. “Panitia sebelumnya hanya mentargetkan 1.000 trabaser, namun animonya sungguh luar biasa. Tercatat sekitar 2.003 peserta mengikuti kegiatan yang baru pertama kali kami gelar,” kata ketua panitia Eko Susilo.
            Kedatangan para trabaser tidak hanya sendiri, bahkan mereka membawa serta keluarga sembari menikmati Owabong dan sejumlah destinasi wisata lainnya di Purbalingga. CottageOwabong bahkan full booked dan tidak ada kamar yang tersisa. Homestay disekitar Owabong di Bojongsari dan homestay di Desa Wisata Karangbanjar  juga mendapat imbasnya. “Kami senang bias mengikuti kegiatan rekreatif adventure ini dan sekaligus mengajak keluarga untuk berwisata ke Purbalingga,” ujar Asep, salah seorang peserta dari Bekasi Jabar.
            Kegiatan trail adventure juga mampu menggerakan usaha mikro kecil menengah disekitar Owabong dan juga sebagai ajang promosi batu Klawing yang belakangan diburu para penggemar di berbagai wilayah di Indonesia. Stand penjualan batu Klawing yang digelar di lokasi finish di sekitar Owabong Cottage juga dibanjiri pengunjung. Harga souvenir batu Klawing yang berupa cincin dan batu utuh mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 2,5 juta.
“Selama ini saya hanya mendengar batu Klawing jenis panca warna, nogosuwi dan Le Sang Du Christ (batu darah Kristus) hanya di media saja, namun dengan mengikuti kegiatan trail adventure sekaligus bias membeli untuk oleh-oleh. Kebetulan saya juga kolektor cincin batu,” ujar Iwan, salah seorang peserta dari Yogyakarta.
            Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mengatakan, kegiatan trail adventure mampu menjadi ajang promosi destinasi wisata di Purbalingga. Kegiatan wisata minat semacam ini perlu dikembangkan karena mampu menjadi pengungkit bergeraknya sektor lain seperti produk UMKM dan sector riil lain. “Kami semakin yakin dengan besarnya minat mengikuti kegiatan rekreatif  seperti ini maka destinasi wisata Purbalingga semakin dikenal masyarakat luas. Penghargaan Travel Club Tourism Award yang baru kami terima akhir bulan lalu tentunya tidak sia-sia, dan semakin menguatkan kota Purbalingga sebagai kota wisata,” tegas Sukento.
Rute Kaki Gunung Slamet
           Dibagian lain Eko Susilo mengatakan, peserta menempuh jarak sekitar 70 kilometer yang terbagi dalam empat etape. Etape I star dari Owabong – Katel Klawu Mrebet, etape II Katel Klawu – Desa wisata Serang (rest area), etape III Desa wisata Serang – Goa Lawa, dan etape IV Goa Lawa – Owabong. Jarak yang dilalui tersebut terbagi dalam 30 persen kategori jalur ekstrem, 20 persen midle, dan 50 persen jalur fun. Etape ini seluruhnya berada kaki Gunung Slamet di sisi Tenggara dan Selatan Gunung Slamet.  
“Kami sengaja mengambil jalur di kaki Gunung Slamet, hal ini sekaligus untuk meyakinkan wisatawan bahwa kondisi Gunung Slamet yang masih berstatus Siaga tidak berpengaruh terhadap obyek wisata dan aktifitas masyarakat disekitarnya. Jadi tidak perlu takut jika akan berwisata ke Purbalingga, semua aman-aman saja,” tegas Eko.
     Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Ir Prayitno, M.Si yang juga anggota panitia menyambut baik event rekreatif ini. Dinbudparpora mendorong event ini akan jadi event rutin dan sekaligus sebagai sarana promosi wisata. “Dampak dari kegiatan ini jelas, selain memberikan pendapatan kepada obyek wisata, juga dampak multiplier effect dari kunjungan wisata para trabaser beserta keluarganya,” kata Prayitno.
Baca Selengkapnya


Kamis, 04 Desember 2014

Pramuwisata Ujung Tombak Pelayanan Wisatawan

PURBALINGGA –  Peranan pramuwisata atau pemandu wisata penting dalam pelayanan dan promosi wisata. Seorang pemandu wisata bertugas memberikan bimbingan, informasi dan petunjuk tentang destinasi wisata serta membantu yang diperlukan wisatawan. Mereka dituntut mampu berbahasa yang baik, memiliki pengetahuan umum yang luas, menguasai materi guiding. Pemandu wisata juga dituntut kreatif dan berkualitas dalam mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.
           

 “Ujung tombak pariwisata dan budaya suatu daerah sebagian ada di tangan pemandu wisatanya, baik dari segi pengetahuannya, penampilan, maupun marketingnya. Untuk menjadi pemandu wisata, harus tahu dulu obyek yang dijual dalam hal ini tentang Purbalingga, sehingga seorang pemandu wisata harus mampu mengetahui apa saja tentang Purbalingga beserta destinasi wisatanya dan bisa menyampaikanya dengan menarik,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si.
            Prayitno mengemukakan hal tersebut saat membuka kegiatan pelatihan pemandu wisata di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas, Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara. Pelatihan yang dimotori Dinbudparpora berlangsung Rabu – Kamis (3 – 4/12) diikuti 20 orang yang berasal dari sejumlah destinasi wisata, pelaku desa wisata dan kelompok sadar wisata. Pelatih berasal dari praktisi pemandu wisata baik dari Purbalingga maupun dari Purwokerto. Pelatihan tersebut juga mendapat pemantauan dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jateng.
            Dikatakan Prayitno, seorang pramuwisata wajib bekerja keras, menghargai waktu dengan baik, berperilaku dan bersikap baik, serta berpenampilan menarik. Diharapkan, seorang pemandu wisata dituntut memiliki sertifikasi pemanduan wisata. “Pramuwisata adalah ujung tombak pelayanan kepada wisatawan. Pelayanan yang baik akan menjadi bagian daya tarik pariwisata,” ungkapnya.
            Prayitno mengatakan, pemandu wisata harus menguasai lima aspek pemanduan, di antaranya sikap, wawasan, bahasa, materi, dan teknik. Seorang pemandu wisata juga harus memahami batasan dan tanggung jawab. Di sisi lain yang terpenting bagi pemandu wisata, adalah mengemas informasi dengan mengedepankan sapta pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.  Hal ini perlu diawali dengan menanamkan sadar wisata, di samping juga menyiapkan daerah tujuan wisata yang dinamis dan bersaing. Jika pola ini dijalankan dengan baik, maka jumlah wisatawan yang berkunjung ke Purbalingga akan meningkat.
“Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, maka akan berdampak pada peluang kerja masyarakat yang berujung pada kesejahteraan,” katanya.
         Prayitno menambahkan, di Provinsi Jateng, kedudukan dan fungsi pramuwisata telah diatur dalam Perda  Provinsi Jateng nomor 9 tahun 2011 dan Peraturan Gubernur Jateng nomor 39 tahun 2012 tentang Petunjuk pelaksanaan Perdaprov nomor 9 tahun 2011 tentang Pramuwisata di Jawa Tengah. Kedudukan jasa pramuwisata juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata nomor  PM. 92/ HK. 501/ MKP/ 2010 tentang Jasa Pramuwisata. “Dengan mendasarkan peraturan tersebut, diharapkan para pramuwisata meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya dengan mengikuti program sertifikasi melalui lembaga yang telah terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” tambah Prayitno.
Baca Selengkapnya


Rabu, 03 Desember 2014

Ratusan Trabaser Siap Ikuti Trail Adventure

PURBALINGGA – Sedikitnya 364 trabaser telah mendaftar dan menyatakan siap untuk meramaikan kegiatan ‘Wijaya Kusuma Trail Adventure I Dim 0702 Purbalingga 2014’.  Jumlah peserta ini baru tercatat sampai Rabu (3/12) malam dan dipastikan akan bertambah. Para peserta yang telah mendaftar justru kebanyakan dari luar kota. “Sebagian besar pendaftar berasal dari luar kota, sementara dari peserta lokal Purbalingga baru sekitar 50 an orang,” kata Ketua Panitia kegiatan Eko Susilo, Kamis (4/12).
            

Dikatakan Eko, pihaknya optimis kegiatan ini akan sukses. Sejumlah komunitas peserta dari luar kota juga sudah menghubungi panitia dan menyatakan siap untuk mengikuti kegiatan yang dikemas dalam one day adventure pada Minggu (7/12). “Pengalaman di sejumlah kota lain pada kegiatan train adventure, pendaftar pada hari H biasanya membludak. Hal ini juga dikuatkan dengan sudah banyaknya booking sebagai peserta dari beberapa kota lainnya di Jateng dan Jabar,” tegas Eko.
            Eko menjelaskan, kegiatan trail adventure yang dimotori Owabong (Obyek Wisata Air Bojongsari) dan bekerjasama dengan Kodim 0702, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda & Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga, Komunitas Trabaser, Perum Perhutani serta dukungan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Jateng, merupakan kegiatan rekreatif guna mengenalkan destinasi wisata di Purbalingga. Penilaian tidak didasarkan pada adu kecepatan antar peserta. Para peserta justru dibebaskan bisa berinteraksi dengan masyarakat yang dilewati. Bahkan, disela-sela kegiatan juga diadakan aksi penanaman 250 pohon di Desa wisata Serang Karangreja. “Selain untuk memberikan ruang bagi pehobi trabaser, kegiatan ini rekreatif sekaligus untuk mengenalkan potensi wisata Purbalingga,” katanya.
            Eko menjelaskan, peserta nantinya akan menempuh jarak sekitar 70 kilometer yang terbagi dalam empat etape. Etape I star dari Owabong – Katel Klawu Mrebet, etape II Katel Klawu – Desa wisata Serang (rest area), etape III Desa wisata Serang – Goa Lawa, dan etape IV Goa Lawa – Owabong. Jarak yang dilalui tersebut terbagi dalam 30 persen diantaranya kategori jalur ekstrem, 20 persen midle, dan 50 persen jalur fun. Pada jalur ekstrem disiapkan tim evakuasi dari panitia dan masyarakat setempat. Etape ini seluruhnya berada di sisi Tenggara dan Selatan GunungSlamet.
            “Pada jalur yang dilalui trabaser, masyarakat selain menonton juga bisa berjualan minuman lokal setempat seperti kelapa muda atau makanan cimplung. Biasanya para trabaser menyukainya,” kata Eko.
            Eko menambahkan, star kegiatan akan dilakukan Minggu 7 Desember 2014 mulai pukul 08.15. bendera star secara bergiliran akan dikibarkan oleh bupati, ketua DPRD, Komandan Kodim 0702, kapolres, Danlanud Wirasaba, Dan Yon 406 Bojong, Kepala Dinbudparpora, Dirut PD Owabong dan ketua komunitas trail adventure. Peserta diharapkan sudah finish pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB di Owabong cottage. Setelah finish peserta akan dihibur dengan musik live, dance dan pembagian hadiah berupa dua unit sepeda motor KLX 150, tiga unit sepeda motor, mini moto dan puluhan doorprize hiburan.
            Para peserta dari luar kota juga diberikan paket menginap khusus seharga Rp 125 ribu per orang. Peserta akan menginap di cottage Owabong dengan fasilitas makan pagi, tiket masuk Owabong dan hiburan. Sedang bagi peserta yang membawa keluarga bisa memanfaatkan harga hotel paket keluarga dengan diskon 25 persen. “Pada Sabtu malam, para peserta yang menginap akan kami hibur juga dengan musik live,” kata Eko.
            Eko berharap, kegiatan trail adventure di Purbalingga yang pertama kali ini bisa memberikan pengalaman menarik bagi para trabaser. “Kami ingin para peserta mendapat kenangan yang baik setelah mengikuti trai adventure. Kenangan itu bisa dari sikap masyarakat yang berada disepanjang jalur, atau kenangan setelah mengunjungi obyek wisata,” kata Eko.
            Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinbudparpora Ir Prayitno, M.Si yang juga anggota panitia kegiatan tersebut menyambut baik event rekreatif ini. Dinbudparpora berharap event ini akan jadi event rutin dan sekaligus sebagai sarana promosi wisata. “Dampak dari kegiatan ini jelas, selain memberikan pendapatan kepada obyek wisata, juga dampak multiplier effect dari kunjungan wisata para trabaser beserta keluarganya,” kata Prayitno
Baca Selengkapnya